DPRD Kukar Dukung Kelanjutan Pembangunan CBD
(Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasyid)
TENGGARONG, Proyek pembangunan Central Business
District (CBD) yang lokasinya tak jauh dari Jembatan Kutai Kartanegara, tahun 2020 ini kembali dilanjutkan, setelah beberapa tahun lalu “macet”. Pembangunan CBD itu
dialokasikan sekitar Rp10 miliar pada APBD Kukar 2020, alokasi anggaran itu
diluar dari kegiatan proyek pembangunan ekonomi kreatif yang “kabarnya” juga
teranggarkan di APBD Kukar 2020 senilai Rp10 miliar.
Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid menegaskan,
kelanjutan pembangunan kawasan CBD menjadi bagian prioritas yang harus
dituntaskan, pasalnya pembangunan CBD beberapa tahun terakhir mandek.
“Kawasan CBD itu merupakan ikon nya
Tenggarong, dan beberapa tahun terakhir ini mangkrak belum ada kelanjutan
pembangunanya, pada 2020 ini kita anggarkan kelanjutan pembangunan kawasan CBD,
supaya taman dan lainnya dikawasan tersebut ditata yang nantinya bisa
dimanfaatkan oleh masyarakat tempat wisata,” papar Abdul Rasyid, kepada awak
media belum lama ini di DPRD Kukar,
Dirinya juga berharap pembangunan patung naga
di kawasan CBD tersebut segera terselesaikan, apakah nanti dibongkar kemudian
diganti dengan yang lain, diserahkan secara teknis ke Dinas PU.”Intinya kami
mendukung penataan dan kelanjutan pembangunan CBD, termasuk sejumlah
pembangunan yang sebelumnya macet, seperti pembangunan jalan Jongkang tembus ke
Karangpaci Samarinda, ini juga menjadi perhatian dan prioritas untuk
diselesaikan pengerjaanya,” ungkapnnya.
Sementara itu H Chairil Anwar Plt Bupati
Kukar mengatakan pembangunan kawasan CBD sudah lama, bahkan semasa dirinya
menjabat sebagai Asisten I Setkab Kukar, pernah direncanakan untuk dibangun
petak petak yang berada dipinggir turap sungai Mahakam, dekat Jembatan itu,
dimana direncanakan akan melibatkan para perusahaan di Kukar, tetapi hal itu tidak
jalan.”Pada tahun 2020 kembali dilanjutkan pembangunanya, dan secara teknis
Dinas Pekerjaan Umum yang melaksanakannya,” tegasnya.(awi/adv)